Tugas Sekolah, Artikel Pendidikan, Mata Pelajaran PKn, Bahasa Indonesia, IPA, Matematika, Bahasa Inggris, IPS, Sejarah, Geografi, Penjaskes, Bahasa Jawa, Seni Budaya dan Keterampilan, Bahasa Inggris, Tata Boga, PR Pekerjaan Rumah, LKS Lembar Kerja Siswa

Sunday, October 12, 2014

Apakah Nilai Nilai Juang yang Patut Dicatat dari Para Tokoh yang Berperan dalam Proses Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara itu?

Apakah Nilai Nilai Juang yang Patut Dicatat dari Para Tokoh yang Berperan dalam Proses Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara itu? - Nilai-nilai juang yang patut kita catat dari para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara sangat banyak. Paling tidak nilai-nilai juang tersebut adalah sebagai berikut:

1. Wawasan dan Pengetahuan yang Luas

Tidak mungkin orang-orang yang bodoh dan berwawasan sempit dapat bekerja merumuskan dasar negara. Para tokoh yang berperan dalam merumuskan Pancasila, mereka adalah orang-orang yang memiliki wawasan dan berpengetahuan luas.

Sebagai contoh, Moh. Hatta, Sukarno, Ahmad Subarjo, Mr. A. A. Maramis, Ki Bagus Hadikusumo, dan lain-lain. Mereka semua berwawasan dan berpengetahuan luas. Mereka semua juga orang-orang terpelajar serta berpendidikan. Dengan wawasan dan pengetahuan yang luas tersebut, mereka dapat berlapang dada pada saat perbedaan-perbedaan pendapat atau mengenai rumusan Pancasila terjadi. Dengan wawasan serta pengetahuan yang luas tersebut, mereka juga menyadari bahwa dalam proses perumusan Pancasila harus lebih mengutamakan kepentingan-kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan.

2. Kerja Keras

Sudah dikatakan, bahwa proses perumusan Pancasila merupakan pekerjaan yang sulit dan berat. Semua orang yang berperan di dalamnya harus memeras otak serta mengerahkan segenap kemampuan untuk menggali dasar-dasar negara yang dapat diterima oleh segenap masyarakat bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai macam golongan dan suku. Tanpa kerja keras dari para tokoh yang terlibat dalam proses perumusan Pancasila itu, mustahil rumusan dasar negara seperti yang ada sekarang ini terwujud.

3. Rendah Hati

Para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila saling berdebat dalam mengemukakan pendapat-pendapatnya tentang dasar negara. Namun demikian mereka tidak bersikap sombong serta ingin selalu menang sendiri. Ketika di antara pendapat para tokoh itu ada yang lebih sesuai dari segi kepentingan bangsa dan negara, merekapun menerima. Demikian di antara pelajaran penting yang perlu kita teladani.

4. Kuatnya Jiwa Persatuan

Perhatikan kembali saat terjadi perbedaan pendapat antara golongan yang berpaham kebangsaan dengan Islam tentang dasar negara. Ketika itu golongan yang berpaham kebangsaan menghendaki kebangsaan harus menjadi dasar negara. Di pihak lain, golongan Islam juga menghendaki agar ajaran Islam mendasari dalam pendirian negara. Perhatikan juga saat wakil-wakil Protestan dan Katolik di wilayah Indonesia bagian Timur menyatakan keberatan terhadap rumusan sila pertama pada teks Pancasila Piagam Jakarta.

5. Rela Berkorban

Baik sengaja atau tidak sengaja, dalam proses perumusan Pancasila tentu bersinggungan dengan berbagai kepentingan yang seringkali bertentangan. Ada kepentingan yang besar, yakni untuk seluruh bangsa. Ada juga kepentingan yang kecil, yakni kepentingan-kepentingan yang bersifat pribadi atau kelompok.

Demi kepentingan yang lebih besar, para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila tidak jarang mengorbankan kepentingan-kepentingan yang lebih kecil. Inilah salah satu nilai juang para tokoh yang patut kita teladani.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Orang desa yang ingin berbagi informasi, misalnya pemanfaatan pekarangan untuk menanam warung hidup secara organik

Terima kasih sudah membaca blog tugas sekolah SD SMP SMA SMK, silahkan tinggalkan komentar